SULAWESI SELATAN – Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Desa Bulue dalam memperkokoh semangat pengabdian. Pada Senin, 30 Maret 2026, Kepala Desa Bulue resmi menghadiri sekaligus mengikuti pembukaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi ASN dan Kepala Desa.
Kegiatan bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Kementerian Pertahanan RI, yang bertujuan untuk menanamkan disiplin tinggi dan jiwa patriotisme kepada para pelayan publik. Program ini menandai langkah strategis Sulsel sebagai pilot project nasional dalam pembentukan Komcad dari unsur ASN.
Upacara pembukaan dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Sekretaris Daerah Jufri Rahman, serta Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema.
Sebanyak 500 ASN mengikuti pelatihan ini, terdiri atas 347 ASN Pemprov Sulsel dan 153 ASN kabupaten/kota. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pembinaan pemerintahan desa, setelah sebelumnya diikuti oleh 2.033 kepala desa dalam retreat pemerintahan desa.
Dalam sambutannya, Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa pelaksanaan Komcad ASN di Sulsel merupakan tonggak sejarah baru dalam sistem pertahanan negara berbasis Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata).
Menurutnya, pelaksanaan ini menandai babak baru dalam penguatan Komcad nasional, yang untuk pertama kalinya dilaksanakan secara terstruktur dan berskala besar dengan melibatkan ASN pemerintah daerah.
“Ini adalah sejarah nasional. Sulawesi Selatan menjadi ujung tombak, pionir, sekaligus contoh bagi daerah lain dalam memperkuat sistem pertahanan negara berbasis bela negara,” ujarnya.
Keikutsertaan Kepala Desa dalam Latsarmil ini bukan sekadar mengikuti seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan Desa Bulue. Dengan bekal ketegasan dan disiplin yang didapat dari instruktur Kementerian Pertahanan, diharapkan tata kelola administrasi dan pelayanan di Desa Bulue akan semakin solid dan efisien.
Aksi ini menjadi teladan bahwa seorang pemimpin tidak pernah berhenti belajar, bahkan di bawah bimbingan keras ala militer sekalipun, demi kepentingan bangsa dan negara.
